Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, langsung bergerak cepat hanya sehari setelah diumumkan pengurus Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS se-Jawa Timur periode 2025–2030.
Pada Jumat (15/8), Bagus didampingi Sekretaris DPW PKS Jatim, Muhamad Syadid, mengundang seluruh Ketua dan Sekretaris DPD PKS dari 38 kabupaten/kota. Pertemuan yang digelar di Surabaya ini menjadi ajang konsolidasi perdana sekaligus arahan strategis untuk memanaskan mesin partai sejak awal kepengurusan.
Sehari sebelumnya, Kamis (14/8), telah diumumkan struktur pengurus DPTD PKS di seluruh kabupaten/kota. Susunan yang dibacakan meliputi Ketua dan Sekretaris Majelis Pertimbangan Daerah (MPD), Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPD, Ketua Bidang Kaderisasi (BK), serta Ketua dan Sekretaris Dewan Etik Daerah (DED).
Dengan formasi baru di tiap daerah, Bagus menganggap konsolidasi segera adalah langkah strategis untuk menyamakan visi. “Kita tidak boleh menunggu lama untuk bergerak. Saat mesin baru terpasang, kita langsung tancap gas,” ujarnya.
Dalam arahannya, Bagus menegaskan bahwa salah satu misi utama kepengurusan 2025–2030 adalah memutus “kutukan” raihan suara PKS di Jatim yang selama lima kali Pemilu terakhir selalu berada di kisaran 6–8 persen.
“Target kita adalah menembus dua digit. Dalam konteks DPRD Jatim, jika 10 persen dari 120 anggota dewan, berarti 12 kursi. Dan di kabupaten/kota minimal satu fraksi,” tegas Bagus.
Bagus mengingatkan pentingnya membangun soliditas kader dan membentuk struktur yang kokoh. Kebersamaan, kata dia, harus menjadi pondasi. “Kerja sama harus diperkuat agar semua bisa maju bersama. Kita ingin semua pengurus daerah bergerak dalam satu irama, bukan berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.
Ia juga menekankan tiga sikap yang wajib melekat pada setiap pengurus: siaga terhadap dinamika partai sehingga selalu siap ketika dibutuhkan; berani mengambil terobosan untuk kemajuan partai; serta setia pada perjuangan, tetap bersama dalam kondisi apapun.
“Tiga hal ini: siaga, berani, dan setia, harus menjadi cara berpikir kita. Jangan sampai ketua DPD susah dihubungi. Punya waktu, berani mengambil keputusan, dan setia pada amanah yang kita emban,” tegasnya.
Sebagai bagian dari penguatan koordinasi, DPW PKS Jatim akan membangun dashboard pemantauan kinerja DPD sehingga aktivitas dan progres program bisa terpantau secara real-time. Selain itu, akan digelar rapat rutin mingguan di tingkat BPH DPW, serta rapat bulanan antara Ketua DPD dengan Ketua DPW.
Bagus menegaskan bahwa targetnya bukan main-main. “Setiap DPD di Jawa Timur harus mampu meraih minimal satu fraksi di daerahnya masing-masing. Ini berat, tapi bukan tidak mungkin. Untuk itu kita tidak boleh berjalan santai, tapi harus berlari bersama,” pungkasnya.









