Direktur RSUD Dr Soetomo Membantah
DPRD Jatim, Bhirawa, 11 April 2012
Selama satu bulan ini, alat canggih untuk mendeteksi penyakit berupa CT Scan milik RSUD dr Soetomo rusak berat. Akibatnya ratusan pasien, khususnya masyarakat miskin (maskin) yang harus menjalani pemeriksaan melalui jamkesmas maupun jamkesda terlantar. Melihat kondisi tersebut, Komisi E DPRD Jatim bersiap melakukan sidak untuk memastikan laporan masyarakat tersebut.
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Ahmad Iskandar menegaskan pihaknya segera melakukan koordinasi dengan jajaran di komisi yang membidangi masalah kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan. Diantaranya dengan melakukan sidak terkait laporan masyarakat tentang rusaknya CT Scan milik RSUD dr Soetomo.
“Kami akan koordinasi lebih dahulu dengan jajaran komisi, untuk melakukan cross chek terkait kabar rusaknya CT Scan di RSUD dr Soetomo,” terang Ahmad Iskandar, Selasa (10/4).
Disampaikan politisi asal Fraksi Partai Demokrat (FPD) dengan rusaknya alat canggih tersebut maka tak dapat dihindari akan adanya masyarakat khususnya maskin yang tidak bisa berobat dan tentunya ini akan merugikan masyarakat yang sudah dari jauh ingin memeriksakan diri di rumah sakit milik Pemprov Jatim ini. Karenanya, agar masalah tersebut tidak semakin rumit, diharapkan rumah sakit segera mencarikan solusi cepat.
Diakui, rusaknya alat canggih tersebut dikarenakan penggunaannya sudah overload. Mengingat pasien di RSUD dr Soetomo tidak hanya berasal dari Jatim, tapi juga Indonesia bagian timur. Bahkan, kadang-kadang mereka ini tidak mau berobat di rumah sakit di daerahnya masing-masing dengan alasan malas hingga peralatan medis yang ada di rumah sakit daerah tidak canggih.
Hal senada juga disampaikan Ahmad Jabir, Anggota Komisi E dari Fraksi PKS. Menurutnya, pihaknya tidak bisa berkomentar banyak sebelum melakukan sidak. Tapi terlepas dari itu, memang seharusnya segera dicarikan solusi sebelum pasien menumpuk dan tiak terlayani pelayanan kesehatan. “Kalau mereka yang punya uang tidak masalah, yang bermasalah saat banyak maskin yang berobat ke RSUD dr Soetomo tidak bisa dilayani. Padahal mereka sudah mengeluarkan uang banyak untuk transport bagi yang berasal dari luar kota. Karena itu kita akan mengkomunikasikan ke pimpinan komisi untuk melakukan sidak,” akunya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Soetomo dr Dodo Anondo menyampaikan pihaknya sudah melakukan crosschek dan tidak ada alat yang rusak.
Meski, pihaknya mengakui jika Jumat lalu waktu libur alat CT Scan ada yang rusak. Karena alat tersebut dipakai melebihi batas. “Tetapi saat ini, pelayanan sudah berjalan seperti biasa,” terang dr Dodo Anondo. [cty]








