PKS Jatim menggelar Dialog Kebangsaan pada hari Jumat, 26 November 2021 di Kota Malang. Acara ini dilaksanakan bersama Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Dwi Hari Cahyono dan Forum Komunikasi Keluarga Purnawirawan Baret Merah.
Dalam sambutan Ketua PKS Jatim menyampaikan PKS turut serta mensukseskan untuk menghidupkan kembali Wawasan Kebangsaan. Dalam hal ini turut mendukung 4 Pilar Kebangsaan yang wajib disosialisasikan oleh Anggota MPR kepada seluruh unsur masyarakat. Adapun Materi 4 Pilar Kebangsaan itu adalah Pancasila, UUD NKRI 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.
PKS mengajak semua elemen untuk berjuang bersama, bergotong-royong menjaga 4 pilar kebangsaan, menuju cita-cita proklamasi kemerdekaan menuju masyarakat Indonesia yang adil dan makmur, sejahtera lahir dan batin, dalam nauangan ridha Allah SWT.
Selain itu, Ketua PKS Jatim menyampaikan pengurus dan anggota pks harus memiliki lima visi kepemimpinan yang bersumber dari sila-sila pancasila.
“Visi pertama adalah visi ketuhanan,” tegas Irwan. Bangsa Indonesia, ia menjelaskan, terlahir sebagai bangsa yang religius, yakni bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, bangsa yang senantiasa menempatkan agama dalam tempat yang mulia.
Karena itu, ia menambahkan, setiap anggota pks harus mengorientasikan seluruh kehidupannya untuk meraih ridha ilahi.
Visi kedua adalah visi kemanusiaan. “Tidak memandang asal-usulnya, semua masyarakat Jawa Timur harus kita layani. Apalagi yang sedang tertimpa musibah, paling lambat 24 jam setelah ada bencana, PKS harus sudah hadir memberi bantuan. Seminim apapun bantuan kita, akan sangat berarti bagi mereka,” kata pria yang pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur selama 2 periode itu.
Visi ketiga adalah visi kebangsaan. Menurutnya, tugas anggota PKS adalah merajut harmoni bangsa, bukan memecah belah. Mempersatukan, bukan mencerai beraikan.
“Perbedaan adalah suatu keniscayaan. Meski demikian, persamaan selalu ada. Jangan suka mencari perbedaan, carilah persamaan. Anggota PKS itu sama saja dengan masyarakat Jatim lainnya. Seperti kita semua yang ada di sini. Mari mencari persamaan sehingga semuanya dekat dengan PKS,” pesannya.
Irwan kemudian melanjutkan bahwa visi keempat adalah visi kerakyatan. Kata ‘rakyat’ ia menyampaikan berasal dari bahasa agama, ro’iyat.
“Disebutkan dalam hadits nabi ‘kullukum ro’in… wa kullukum mas’ulun an ro’iyatihi’, setiap kalian adalah pemimpin. Dan setiap kalian bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Setiap kalian bertanggung jawab terhadap rakyatnya. PKS ini lahir dari rakyat, untuk rakyat,” ujarnya.
Sementara visi kelima, ia menjelaskan adalah visi keadilan. Dinamakan Partai Keadilan Sejahtera, ujarnya, karena sejak awal didirikan, cita-cita kita adalah tegaknya keadilan dan kesejahteraan.
“Keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat indonesia. kesejahteraan yang merata di seluruh pelosok negeri,” pungkas pria 45 tahun itu.
Pada saat yang sama, Ketua DPD FKKPBM, Letkol Purnawirawan H Rusmin menegaskan hal yang sama untuk mengajak seluruh masyarakat untuk komitmen terhadap 4 pilar kebangsaan. NKRI harga mati.
Selain itu mengajak untuk terbangun sinergi dalam memberikan kontribusi terbaik membangun Bangsa dan Negara Indonesia.{}









