Surabaya-Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Jatim menilai angka pertumbuhan ekonomi yang dilaporkan Gubernur Jatim dalam laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ), hanyalah pertumbuhan semu.
“Pertumbuhan ekonomi dilaporkan cukup tinggi, 6,67 persen, namun pertumbuhan ini tak banyak berpengaruh bagi hajat hidup mayoritas masyarakat. Sebab, pada saat bersamaan, angka inflasi juga meningkat hingga 7,10 persen,”jelas Sekretaris FPKS Irwan Setiawan, Selasa (17/5)
FPKS juga menemukan fakta, pertumbuhan ekonomi bukan karena kerja keras dinas-dinas di pemprov. Indikasinya, pertumbuhan ekonomi didominasi perdagangan, hotel, dan restoran. (10,67%), transportasi dan komunikasi (10,67%), transportasi dan komunikasi (10,07 %). “Di sektor-sektor ini, peran pemerintah provinsi sangat kecil. Sektor ini lebih banyak diperankan swasta,”katanya.
Sementara di sektor yang membutuhkan peran pemerintah, kontribusi pertumbuhannya minim, misalnya, pertanian hanya 2,13% dan industry pengolahan hanya 4,35%.
“Ke depan, kami berharap pemprov lebih fokus mengurus sektor pertanian, karena sektor ini dihuni sebagian besar tenaga kerja, disamping realitas kemiskinan di Jatim 64,32 persen berada di pedesaan,”tutur Irwan. (Surya, 18 Mei 2011)








