Ketua PW Muhammadiyah Jatim DR Saad Ibrahim, Ketua Umum PP Muhammadiyah DR Haedar Nashir, dan Ketum PKS Jatim Irwan Setiawan. (foto: Galih PK)
SIDOARJO (23/11) Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Timur Irwan Setiawan menghadiri Perayaan Milad ke-107 Muhammadiyah yang dilaksanakan Sabtu pagi, 23 November 2019 bertempat di Auditorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
DR. Saad Ibrahim selaku Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jatim menyambut kehadiran para tamu dan undangan.
Irwan menyampaikan selamat dan sukses atas perayaan tersebut. “Semoga peran besar Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa bisa terus ditingkatkan di masa yang akan datang,” ujar Irwan
Mengutip penjelasan Gubernur Khofifah yang hadir dalam perayaan tersebut, Jawa Timur saat ini masih berada pada nomor urut ke-15 dari 34 provinsi di seluruh Indonesia dalam hal pencapaian Indikator Kinerja Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Karena itu dibutuhkan kolaborasi semua pihak untuk meningkatkan kinerja IPM tersebut
Menanggapi hal ini, Irwan menyampaikan bahwa PKS Jatim siap melakukan sinergi dengan Pemerintah Jatim dan juga Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia baik melalui pendidikan maupun pemberdayaan. “Kita tentu berterima kasih kepada Muhammadiyah yang berperan besar dalam mendidik anak bangsa sejak zaman perang kemerdekaan hingga saat ini, dengan ribuan institusi pendidikannya,” kata Kang Irwan, panggilan akrabnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy juga menyampaikan tentang masih adanya 16,5 persen masyarakat yang masuk kategori hampir miskin.
Hal ini tentu menjadi tantangan bagi semua pihak agar dapat mengentaskan kemiskinan terutama di Jawa Timur yang berpenduduk hampir 40 juta. “Lembaga Amal Sosial Muhammadiyah dikenal concern dalam permasalahan ini,” kata Irwan.
Lebih lanjut Irwan menyampaikan, “PKS Jatim mendorong pemerintah untuk terus melakukan kolaborasi dalam mengatasi persoalan sosial dan kemiskinan. Termasuk dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan keagamaan yang selama ini dipercaya,” pungkasnya.