


SITUBONDO (29/11) Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kabupaten Situbondo mulai memanaskan mesin menjelang perhelatan Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Situbondo 2020. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPD PKS Denni Triono saat bertemu dengan Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jatim Irwan Setiawan, Jum’at 29 November 2019, di sela-sela acara Kemah Bakti Nusantara PKS di Pantai Tampora, Banyuglugur.
Denni menyampaikan bahwa PKS Situbondo telah menjalin komunikasi dengan beberapa Bakal Calon yang muncul di masyarakat. “Bahkan ada yang sudah komunikasi lebih dari sekali. Di samping dengan calon, kami juga tentu berkomunikasi dengan partai-partai untuk menjajaki koalisi,” ujar Denni.
Sebagaimana diketahui, PKS memperoleh dua kursi di DPRD Situbondo. Sedangkan untuk mengusung calon diperlukan setidaknya 20% kursi, setara dengan 9 kursi dewan. “Masih kurang tujuh untuk dapat mengusung calon sendiri. Karena itu PKS harus berkoalisi,” kata Denni.
Selanjutnya Denni memaparkan bahwa selain menjalin komunikasi, partainya juga tengah menyiapkan Pemilu Internal. “Ini untuk mengetahui aspirasi dari internal kader dan pengurus partai, siapakah yang dinilai layak menjadi kandidat bupati atau calon bupati,” terang Denni.
Pemilu Internal tersebut direncanakan akan digelar pada awal Desember mendatang. “Hasilnya akan kami publikasikan sehingga masyarakat Situbondo pun bisa menambah referensi bakal calon bupati yang akan dipilih,” ujar Denni.
Sementara itu Ketua Umum DPW Irwan Setiawan meminta agar PKS Situbondo benar-benar aktif dalam agenda Pilkada 2020. “Sebagai partai politik PKS harus melakukan kolaborasi dengan semua unsur. Baik itu partai, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, pondok pesantren, dan juga para birokrat. Wa bil khusus para Kyai. Tradisi PKS adalah meminta nasihat dan masukan dari para Kyai dalam perhelatan besar, termasuk Pilkada,” kata mantan anggota DPRD Jatim ini.
Kang Irwan, demikian ia biasa disapa, meminta PKS Situbondo menjaga lingkungan masyarakat agar selalu dalam keadaan kondusif. “Sehingga pilbup yang dilaksanakan bisa bermutu, berkualitas, jujur adil tanpa kecurangan dan anarkisme,” harap Irwan.









