
SURABAYA – Pemerintah pusat tak memiliki kepedulian untuk penanganan banjir di beberapa wilayah Jawa Timur, terutama di Pasuruan. Hal tersebut terlihat dalam APBN tidak ada alokasi dana untuk normalisasi sungai di Pasuruan.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Hamy Wahjunianto menerangkan, untuk sungai yang di Pasuruan anggarannya hanya dari APBD. Untuk perbaikan dan normalisasi sungai di Pasuruan mulai jembatan Kraton hingga hulu, anggarannya hanya Rp 123 juta. Normalisasi perkiraan volume 30.000 M3 dilaksanakan swakelola oleh UPT Depo Peralatan dengan peralatan sendiri.
Dana yang sangat minim sebenarnya bukan tidak diperjuangkan. Hammy mengaku di akhir 2016 Komisi D telah melakukan audiensi dengan Kementerian PUPR dan Pengairan, serta Komisi V DPR RI untuk memperjuangkan anggaran APBN agar ada alokasi penanganan banjir Sampang, Pasuruan, dan Sidoarjo.
“Karena anggaran dari APBD sangat tidak mencukupi makanya kita meminta ke APBN. Tapi yang gol hanya untuk penanganan banjir Sampang. Itu pun hanya anggaran untuk normalisasi sungai Kemuning sebesar Rp 23 miliar,” papar Hamy.
Beberapa waktu lalu, lanjutnya, Komisi D rapat dengan BBWS di Solo untuk memastikan anggaran program penanganan banjir akibat meluapnya sungai Bengawan Solo. Sedangkan untuk banjir Sidoarjo dan Pasuruan hanya mengandalkan APBD.
Hamy pun menilai, seharusnya pemerintah pusat melalui BBWS Bengawan Solo dan Brantas, Pemprov dan Pemkab melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) provinsi, Dinas PSDA kabupaten/kota, bisa melakukan perkiraan penganggaran pencegahan dan penanggulangan banjir di Jatim.
“Khususnya di Pantura, Sampang, Sidoarjo, dan Pasuruan oleh karena banjir tiap tahun hampir dipastikan selalu terjadi. Selain itu juga harus ada rapat koordinasi sebelum banjir terjadi dan sebelum APBN/APBD disahkan,” tegasnya.
Menurut, Hamy, dengan pengalaman belasan hingga puluhan tahun, serta teknologi yang semakin maju seharusnya pemerintah bisa membangun dan memelihara infrastruktur yang sangat vital bagi hajat hidup rakyat.(*)
(dikutip dari jatimtimes.com)









