
Oleh: Lina Ariyani, S.Si.,Apt.
Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga
DPW PKS Jawa Timur
Hari Anak Nasional kali ini kita peringati dengan suasana yang sangat berbeda. Anak-anak yang biasanya ceria belajar di sekolah, harus menikmati sekolah dari rumah sampai akhir tahun. Belajar secara daring, tidak bertemu guru dan teman, sementara tugas belajar tetap harus berjalan. Di sinilah peran keluarga menjadi sangat besar untuk mengawal pendidikan anak. Yang biasanya keluarga bisa berbagi dalam hal mendidik anak dengan sekolah, kini hampir sebagian besar proses pendidikan berlangsung di rumah. Kita seolah disadarkan, bahwa tugas mendidik anak adalah tugas yang tidak ringan.
Tentu banyak pertimbangan dari pengambil kebijakan saat anak harus belajar di rumah. Belajar dari rumah diharapakan meminimalisir paparan penyakit yang sedang mewabah. Imunitas anak tetap terjaga sehingga kondisinya tetap prima. Ya, virus yang mewabah ini tidak dapat dihindari, tetapi dapat dilawan dengan meningkatnya kondisi imunitas dari anak-anak kita.
Namun ternyata, serangan yang membahayakan dari anak-anak kita tidak hanya Covid-19. Ada bahaya lain yang mengancam anak-anak kita secara mental dan sosial. Maka mereka juga memerlukan imunitas agar tetap survive menghadapi kondisi global yang semakin tanpa batas. Tentu kita tidak ingin meninggalkan generasi yang hanya sehat fisik, tapi lemah dari sisi lainnya. Di sinilah peran keluarga sangat diperlukan untuk membangun imunitas anak dengan baik.
Ada beberpa imunitas yang harus kita kuatkan dari anak-anak kita:
- Imunitas Ruh/Mental
Imunitas ruhiyah menjadi dasar kekuatan dari imunitas lainnya. Ketika kita dapat mendidik anak menjadi hamba Allah yang baik, selalu merasakan pengawasan Allah, tentu imunitas lainnya akan mengikuti, Insyaallah. Kita tidak mungkin menjaga anak-anak kita 24 jam. Tapi Allah sanggup menjaga mereka dengan sebaik-baik penjagaan-Nya.
Tugas kita mengajarkan nilai-nilai spritual kepada anak. Dengan tetap memohon kepada Allah agar memudahakna proses pendidikan kepada anak-anak. Bagaimanapun, ikhtiar kita juga harus tetap diiringi dengan doa-doa untuk menembus langit.
Harapannya, dengan mental spiritual yang tangguh, generasi mendatang sanggup menaklukan setiap tantangan dan perubahan jaman. Tidak hanya survive, tetapi mampu memberikan kontribusi yang besar untuk peradaban yang lebih baik.
- Imunitas Fisik
Kondisi saat ini, adalah saat yang tepat mengajarkan kepada anak tentang PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat). Mulai dari pola makan, pola tidur, olah raga dan juga kebiasaan menjaga kebersihan badan serta lingkungan.
Dengan imunitas fisik yang baik, kita berharap anak-anak tumbuh sehat dan mampu melewati setiap tantangan dengan baik. Tentu kita tidak ingin meninggalkan generasi yang lemah dan tertinggal.
- Imunitas Sosial
Imunitas ini juga tidak dapat diabaikan. Saat anak tidak memiliki imunitas sosial, dia akan mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif. Salah pergaulan, salah menyalurkan aktifitas dan energi sehingga tidak memiliki visi yang jelas dalam hidupnya. Mereka tidak sanggup melawan arus karena imunitas sosialnya yang rendah.
Ini bukan tugas yang ringan, tapi tidak dapat kita tinggalkan. Butuh dukungan berbagai pihak agar anak-anak tumbuh secara baik sosialnya. Tidak minder, tidak berlebihan, tahan terhadap bulliying dan tidak suka membully. Mereka anak-anak yang teguh dengan prinsip-prinsip kebaikan serta kebenaran.
- Imunitas Ekonomi
Kita hidup di negara berkembang yang secara ekonomi masih kalah jauh dengan negara maju. Dan rantai lemahnya ekonomi harus kita akhiri secepat mungkin. Kita tidak ingin meninggalkan generasi yang terus manjadi obyek ekonomi negara lain.
Tugas kita membekali anak-anak dengan pemahaman ekonomi yang baik. Kejujuran, kedisiplinan, pantang menyerah, kreatifitas dan segala hal yang mendukung terciptanya kondisi ekonomi yang baik. Tidak hanya baik, tapi juga berkah. Sebagaiman generasi terbaik kita mengajarkan bagaimana membangun kekuatan ekonomi yang tangguh.
Semoga, kita dan keluarga diberikan kemudahan untuk memberikan imunitas yang baik untuk anak-anak kita. Anak bangsa penerus peradaban.









