DPW PKS Jawa Timur mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memperkuat pemasaran dan meningkatkan penjualan.
Dorongan itu disampaikan dalam kegiatan pembinaan UMKM bertema “Manfaatkan Tools AI untuk Penjualan UMKM” yang digelar Bidang Ekonomi Kreatif dan Koperasi (Boemkraf) DPW PKS Jatim, Sabtu (5/9/2026).
Kabid Boemkraf DPW PKS Jatim Wahyu Hermanto mengatakan, pelaku UMKM harus memiliki semangat belajar karena strategi pemasaran berkembang sangat cepat.
“Ilmu marketing itu perkembangannya sangat cepat. Bukan tahunan, bahkan bisa bulanan sudah berubah. Kalau kita tidak belajar dan meng-upgrade kemampuan, kita akan tertinggal,” ujar Wahyu.
Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu bagi UMKM untuk membuat materi promosi, visual produk, hingga mendukung pemasaran digital. Namun, teknologi harus diimbangi dengan praktik dan konsistensi.
“Sekarang eranya AI. Teman-teman harus terus belajar, terus update, dan memanfaatkan teknologi yang ada untuk membantu penjualan,” katanya.
Ketua DPW PKS Jatim Bagus Prasetia Lelana mengatakan, transformasi digital harus menjadi peluang bagi UMKM untuk berkembang, bukan justru menjadi hambatan.
“UMKM adalah kekuatan ekonomi masyarakat. Karena itu, mereka harus terus didorong agar adaptif terhadap perubahan teknologi. AI harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan membuat usaha semakin kompetitif,” ujar Bagus.
Ia menilai peningkatan kapasitas pelaku UMKM menjadi penting agar pemanfaatan teknologi tidak berhenti pada sekadar mengikuti tren, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap perkembangan usaha.
“Yang paling penting bukan hanya mengenal teknologinya, tetapi mau belajar, mencoba, dan konsisten menggunakannya untuk meningkatkan kualitas dan penjualan,” pungkasnya.{}









