
SURABAYA (22/1). Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Timur menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pimpinan Wilayah (Rakorpimwil) pada hari Ahad, 22 Januari 2017 bertempat di Kantor DPW PKS Jatim, Jl, Gayungsari Barat Surabaya. Acara yang dimulai pukul 08.00 ini berlangsung hingga sore hari pukul 17.00.
Rakorpimwil diikuti oleh seluruh Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS dari seluruh Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPW PKS Jatim Arif Hari Setiawan.
Beberapa agenda yang menjadi pembahasan Rakorpimwil antara lain pencapaian target program PKS selama tahun 2016, rencana program 2017, serta kesiapan mengikuti Pilkada 2018, baik Pemilihan Bupati/Walikota maupun Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur. “Rakorpimwil ini menjadi ajang konsolidasi para pimpinan PKS se-Jawa Timur. Kami merumuskan formulasi agar para pimpinan PKS se-Jawa Timur dapat meningkatkan kinerjanya dan menjalankan fungsinya memimpin seluruh sumber daya PKS dalam melayani, membela, dan melakukan pemberdayaan untuk rakyat,” ujar Arif HS, Ketua Umum DPW PKS Jatim.
Pembahasan yang serius dan memakan waktu juga terjadi saat para peserta Rakorpimwil memaparkan kondisi masing-masing Kabupaten/Kota terkait dengan dampak kenaikan harga-harga, yakni biaya pengurusan STNK dan BPKB, harga BBM, Tarif Dasar Listrik (TDL), serta harga-harga sembako dan komoditas pangan. “Para pimpinan PKS se-Jawa Timur sepakat untuk meminta Pemerintah meninjau kembali kenaikan harga-harga tersebut. Juga mendesak pemerintah untuk dapat mengendalikan harga-harga komoditas pangan dengan cara meningkatkan produktivitas petani dan peternak lokal, mengamankan jalur distribusi, serta membatasi impor bahan pangan dari luar negeri,” jelas Arif HS.
Selanjutnya Arif HS menugaskan kepada seluruh jajaran pengurus PKS se-Jawa Timur dan juga para anggota DPRD dari PKS agar menyampaikan aspirasi rakyat berupa pembatalan kenaikan harga kepada Pemerintah, serta memberikan advokasi kepada rakyat yang terkena dampak langsung dari kenaikan harga-harga ini. Arif HS juga meminta agar jajaran struktur PKS mengadakan kegiatan yang bisa membantu meringankan beban rakyat seperti operasi pasar, pembagian sembako, bantuan modal dan keterampilan, dan lain-lain. “Sekecil apapun yang bisa kita berikan, akan sangat berharga bagi yang membutuhkan. Ingat bahwa penduduk miskin di Jawa Timur masih di angka 12 persen menurut BPS. Itu jumlahnya hampir 5 juta. Masih memerlukan banyak bantuan dan pemberdayaan. Karena itu jangan pernah lelah berkhidmat untuk rakyat,” tegas Arif kepada peserta Rakorpimwil.
Rakorpimwil selanjutnya akan diikuti dengan rangkaian Kunjungan DPW PKS Jatim ke seluruh DPD PKS se-Jatim dalam rangka supervisi dan monitoring program-program pelayanan dan pemberdayaan rakyat yang telah disepakati.









