Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid, menyampaikan apresiasi mendalam kepada relawan PKS yang turun langsung membantu proses evakuasi korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo.
Dalam kunjungannya ke Posko Relawan PKS yang berada di sekitar lokasi musibah pada Senin (6/10), Kholid didampingi oleh Sekretaris DPW PKS Jawa Timur, Muhammad Syadid, dan Ketua dan Sekretaris DPD PKS Sidoarjo, Nurkholik dan Lukman Hadi. Mereka meninjau langsung aktivitas relawan yang masih terus membantu proses penanganan bencana.
“Alhamdulillah, saya bisa berkesempatan berkunjung di posko relawan tanggap bencana PKS Sidoarjo. Saya mendengar langsung cerita perkembangan situasi di Ponpes ini. Ini adalah duka yang sangat mendalam, bukan hanya untuk masyarakat Jawa Timur, tapi juga duka bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Kholid.

Kholid menyebut, para relawan PKS ikut mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan dan membantu meringankan beban keluarga korban sejak awal kejadian.
“Relawan PKS ikut mengevakuasi korban yang masih ada di dalam bangunan. Kita doakan semoga seluruh korban bisa segera dievakuasi dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ungkapnya.
Ia menilai aksi cepat dan tanggap relawan PKS adalah bentuk nyata dari politik pelayanan dan kemanusiaan yang menjadi jati diri partai.
“Relawan PKS menunjukkan semangat solidaritas dan kepedulian yang luar biasa. Terima kasih kepada para relawan yang telah ikut ambil bagian dalam meringankan musibah ini. Semoga Allah membalas semua kebaikan dan keikhlasan mereka,” tutur Kholid.
Kholid juga menegaskan bahwa PKS akan terus mendukung upaya pemerintah dan masyarakat dalam penanganan pasca-bencana, baik dari sisi evakuasi, bantuan logistik, maupun pemulihan korban.
“Support dari pemerintah sudah dilakukan, dan solidaritas masyarakat terus berjalan. Kita berharap musibah seperti ini tidak terulang lagi, dan penanganannya bisa segera tuntas,” ujarnya.
Selain meninjau posko relawan, sehari sebelumnya Kholid juga menggelar pertemuan dengan Badan Pengurus Harian (BPH) serta seluruh Ketua dan Sekretaris Bidang DPW PKS Jawa Timur. Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan pentingnya konsolidasi struktur dan relawan agar PKS semakin solid dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebagaimana diketahui, musibah runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny terjadi pada akhir pekan lalu. Jumlah korban sampai dengan hari kedelapan pencarian, yakni 158 orang. Sebanyak 104 orang selamat dan 54 orang lainnya meninggal dunia, termasuk 5 potongan tubuh.
Proses pencarian korban dan pembersihan reruntuhan masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama para relawan.{}









