Pendapat Akhir Fraksi-fraksi Terhadap LKPj Gubernur 2011
Data Pemprov Jatim yang pada 2010 menunjukan ada sekitar 37.476.011 jiwa, dengan tingkat kemiskinan di Jatim pada tahun 2011 telah mencapai 14,23% merupakan angka yang sangat fantastis. Ini menunjukkan bahwa sekitar 5,3 juta jiwa lebih penduduk Jatim masih hidup dalam kemiskinan.
Padahal, ungkap juru bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yusuf Rohana secara nasional dari jumlah penduduk tahun 2011 yang sebanyak 240 juta jiwa, menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin pada Maret 2011 tercatat ada 30,02 juta orang (12,48%), dan pada September 2011 menjadi 29,89 juta orang (12,36%).
”Dari data jumlah penduduk miskin tersebut menunjukkan bahwa dari jumlah penduduk miskin di Indonesia tahun 2011 yang sebanyak 29,89 juta jiwa, sebanyak 5,3 juta jiwa atau sebesar 17,73% (hampir seperlimanya) berada di Jatim,”tegas pria yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim.
Disatu sisi, lanjutnya pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2011 telah mencapai sebesar 7,22%. Seharusnya ini menjadi harapan terbesar untuk dimanfaatkan dalam penanggulangan kemiskinanan.
Tapi sayangnya, pertumbuhan ekonomi yang sehat itu tidak bisa menyerap tenaga kerja secara maksimal. Hal ini karena pertumbuhan ekonomi di Jatim masih lebih didukung oleh padat modal seperti sektor Jasa, ketimbang sektor padat karya seperti pertanian yang hanya tumbuh 2,53% dan industri pengolahan yang pertumbuhannya juga rendah hanya sebesar 1,54%.
”Rendahnya pertumbuhan sektor tradable ini implikasinya akan berdampak terhadap pemerataan pembangunan, dan membuat ketimpangan makin meluas, sehingga disparitas makin melebar,”jelasnya.
Keadaan demikian disebabkan karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi hanya terjadi di sektor-sektor yang kurang menyerap tenaga kerja. Kondisi ini dapat dimaknai bahwa agregat pertumbuhan ekonomi tahun 2011 masih “semu” karena hanya dinikmati oleh golongan ekonomi menengah ke atas atau pemilik modal, dan kurang berpihak kepada masyarakat kecil di Jatim yang sejumlah 5,3 juta jiwa lebih masih hidup dalam garis kemiskinan. [cty]
Bhirawa, Selasa 1 Mei 2012








