Rencana revitalisasi jaringan kereta api di Pulau Madura dari Bangkalan ke Sumenep segera terealisasi. Ini setelah anggota Panitia Khusus (Pansus) Raperda Rencana Tata RuangWilayah (RTRW) sepakat untuk menghidupkan kembali jalur kereta api tersebut. Bahkan dalam matriks indikasi program revitalisasi, jaringan kereta api masuk dalam Pelaksanaan Jangka Menengah.
Sekretaris Pansus RTRW, Irwan Setiawan menegaskan pengembangan jaringan kereta api baik ke Bangkalan maupun dari Bangkalan ke Sumenep akan masuk dalam satu jaringan transportasi massal kereta api yang terintegrasi dengan jaringan perkeretaapian di Surabaya.
Karena itu, rencananya akan dibangun Stasiun Bangkalan, Stasiun Sampang, Stasiun Pamekasan dan Stasiun Sumenep.
”Semua rencana revitalisasi tersebut telah masuk dalam matriks indikasi program utama dan menjadi prioritas untuk segera direalisasi. Semangat menghidupkan kembali rel kereta api di Pulau Madura diantaranya menunjang akses jembatan Suramadu yang sudah ada. Selain menghidupkan kembali perekonomian di Pulau Madura,”tegas politisi asal PKS, Rabu (15/6).
Selain revitalisasi jaringan Kereta Api di Pulau Madura, diungkapkan pria yang juga Anggota Komisi D DPRD Jatim ini, dewan juga merencanakan konservasi jalur perkeretapian yang telah mati dengan rute Sidoarjo – Tulangan – Tarik, Bojonegoro – Jatirogo, Madiun – Ponorogo – Slahung, Mojokerto – Mojosari – Porong, Ploso – Mojokerto – Krian, Malang – Turen – Dampit, Malang – Pakis – Tumpang, Babat – Jombang , Babat – Tuban, Kamal – Bangkalan – Sampang – Pamekasan, Jati – Probolinggo – Paiton , Klakah – Lumajang – Pasirian, Lumajang – Gumukmas – Balung – Rambipuji, Panarukan – Situbondo – Bondowoso – Kalisat, dan Rogojampi – Benculuk.
Ditambahkannya, dalam pemasalahan transportasi, pemerintah provinsi juga merencanakan akan melakukan pembangunan dan pengembangan secara bertahap angkutan massal berupa kereta api komuter sebagai sistem ulang alik dan bagian dari kawasan perkotaan Gerbangkertosusila dan Malang dalam satu jaringan transportasi massal yang terintegrasi.
Rencananya rute yang akan ditempuh adalah Surabaya – Lamongan – Babat, Surabaya – Mojokerto – Jombang, Surabaya – Porong – Bangil – Pasuruan, Surabaya – Gresik, Pasar Turi – Stasiun Gubeng – Stasiun Waru, Lawang – Malang – Kepanjen, Malang – Turen dan Madiun – Ponorogo – Slahung.
Irwan berharap pengembangan jalur kereta api yang ada bisa membantu perpindahan baik manusia maupun barang dengan lebih cepat. Tidak hanya melalui jalur Jalan, namun pemerintah baik pusat maupun daerah harus serius jika nantinya rencana ini disetujui dalam RTRW Jawa Timur.
”Saya setuju jika pengembangan jaringan kereta api menjadi fokus pembangunan dari pemerintah untuk 20 tahun kedepan di Jatim,”tambahnya.
Sementara itu, Anggota Pansus RTRW yang lain, Agus Maimun mengakui jika sistim transportasi berupa Kereta Api paling mudah direalisasikan, dibandingkan sistim transportasi moda yang lain.
Selain murah, jalur KA saat ini dapat menjangkau di seluruh pelosok desa. Dengan begitu masyarakat dengan mudah menggunakan akses tersebut.
”Yang jelas kami akan terus mendorong agar angkutan KA menjadi prioritas utama untuk mengidupkan kembali transportasi massalm”lanjut politisi asal PAN ini. [cty].
Harian Bhirawa, 16 Juni 2011 (http://www.harianbhirawa.co.id/utama/32236-revitalisasi-jaringan-ka-di-madura-segera-terealisasi)









